Beranda » Komputer » Linux, Sistem Operasi Masa Depan

Linux, Sistem Operasi Masa Depan

Kalender

Januari 2013
M S S R K J S
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip Bulanan

Follow me on Twitter

Lagu Blog

Total Pengunjung

  • 163,920 Pengunjung

Keanggotaan Blog

Sekarang ini kebutuhan akan sistem operasi komputer yang memadai semakin bertambah, di Indonesia sebagian besar pengguna komputer menggunakan sistem operasi Microsoft Windows besutan Microsoft Corporation. Banyaknya orang yang menggunakan sistem operasi ini dikarenakan kemudahan dalam instalasi dan pengoperasiannya, banyaknya dukungan dari produsen perangkat keras, dan tampilan GUI (Graphic User Interface) yang sangat menarik. Namun tahukah anda bahwa sistem operasi Windows lebih banyak memiliki kekurangan daripada kelebihannya? Sebagian besar pengguna komputer masih tidak menyadarinya. Kekurangan yang saya maksud adalah:

  • Harganya mahal. Sistem operasi Windows merupakan sistem operasi berbayar yang dengan kata lain jika anda ingin memiliki CD instalasinya anda harus membelinya, menggandakan CD instalasinya tanpa membayar lisensi ke Microsoft sama saja dengan pembajakan hak cipta dan bisa dituntut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Harga CD instalasi asli untuk Windows XP saja sudah sekitar Rp. 1.4 juta, sedangkan sewaktu artikel ini ditulis Microsoft telah merilis sistem operasi baru yang bernama Windows 8 dengan tampilan tagline yang sangat menarik dan sudah pasti harganya lebih mahal daripada pendahulunya.
  • Mudah crash/hang. Kadang saat kita mengaktifkan banyak aplikasi untuk dikerjakan secara bersamaan, komputer tiba-tiba crash/hang/not responding. Hal ini disebabkan karena kemampuan multitasking Windows yang banyak menghabiskan ruang memori untuk operasi, sehingga komputer menjadi crash/hang/not responding dikarenakan tidak tersedianya ruang memori. Mungkin jika komputer anda memiliki spesifikasi perangkat keras yang tinggi hal ini bukanlah masalah, namun jika anda tidak memiliki uang banyak dan hanya mampu membeli komputer dengan spesifikasi standar tentu lain ceritanya.
  • Tidak stabil. Jika anda sering memasang dan melepas program/aplikasi tambahan di komputer anda, atau merubah setting konfigurasi pada sistem untuk mendukung pekerjaan anda, maka komputer lama-kelamaan akan menjadi tidak stabil. Hal ini disebabkan karena saat anda menambah/mengurangi program, maka sistem akan ikut berubah menyesuaikan fungsi program yang dipasang. Jika perubahan sistem sampai ke bagian file inti, hal itu akan menyebabkan banyak file sistem yang menjadi corrupt. Lama-kelamaan hal ini akan membuat komputer mengalami masalah booting, layar bluescreen, bahkan dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan komputer blank (mati total).
  • Banyak celah keamanan/bug. Di Windows masih banyak terdapat celah keamanan yang cukup membuat repot, celah keamanan ini bisa menyebabkan file pribadi kita diakses oleh orang lain, merusak sistem kita, sebagai jalan masuknya virus/malware berbahaya seperti Stuxnet, Duqu, dan Flame. Serta dapat menyebabkan komputer kita diambil alih oleh orang lain melalui jaringan bot-net. Walau Microsoft selalu memberikan update atau patch setiap menemukan celah keamanan, namun masih tidak sebanding dengan banyaknya celah keamanan yang dapat dimanfaatkan dengan file exploit.

Dan masih banyak lagi kekurangan dari sistem operasi Windows yang belum dipublikasikan. Lalu bagaimana solusinya? Asal tahu saja, sistem operasi komputer itu gak cuma Microsoft Windows. Salah satunya adalah sistem operasi Linux. Sistem operasi Linux sudah sejak lama dikenal mampu mengungguli kemampuan Microsoft Windows, kali ini akan saya jelaskan mengenai Linux.

Apa itu Linux?

Kata “Linux” saat ini semakin banyak didengar oleh pecinta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Saat ini Linux telah menjadi salah satu sistem operasi yang banyak digunakan di berbagai kalangan, seperti kalangan bisnis, pendidikan, dan pemerintahan. Hal ini disebabkan oleh Linux yang bersifat terbuka dan merdeka. Siapapun bisa mengembangkannya dan menggunakannya secara bebas.

Linux merupakan kernel atau dasar dari sistem operasi yang pertama kali ditulis oleh seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Benedict Torvalds pada tahun 1991. Hasil karyanya dilisensikan secara bebas dan terbuka (Free Software) sehingga siapa saja boleh mengembangkannya.

Kemudian Richard Stallman, seorang aktivis perangkat lunak pendiri Free Software Foundation (FSF) berniat untuk menggabungkan Linux ke dalam proyek sistem operasinya yang bernama GNU (GNU is Not Unix). Karena pada saat itu, proyek GNU sama sekali belum selesai mengimplementasikan kernel sistem operasi. Akhirnya, dengan dirilisnya kernel Linux, terjadilah perkawinan antara peralatan (tools) yang dibuat oleh proyek GNU dengan kernel Linux yang dibuat oleh Linus Torvalds, sehingga menghasilkan sistem operasi baru bernama GNU/Linux, sebuah sistem operasi yang mirip dengan UNIX. Kesemua komponen dari sistem operasi GNU/Linux dilisensikan berdasarkan lisensi yang disebut GNU General Public License (GPL) yang ditulis sendiri oleh Richard Stallman. Lisensi ini memungkinkan setiap orang untuk secara bebas mengembangkan bahkan menjual Linux dengan syarat semua pengembangan yang telah dilakukan harus juga dipublikasikan kepada umum.

Pada perkembangan selanjutnya, Linux juga dipaketkan dengan perangkat lunak lain untuk keperluan tertentu seperti server, desktop, perkantoran, internet, multimedia, dan lain-lain sehingga menjadikannya apa yang disebut dengan distribusi Linux atau yang sering dikenal dengan istilah distro Linux. Karena sifat Linux yang terbuka, siapapun bisa memaketkan Linux dengan perangkat lunak pilihannya dengan cara pemaketan masing-masing untuk membuat distribusi Linux.

Saat ini, banyak sekali terdapat distro-distro Linux yang memiliki segmen pasar, fitur, kelengkapan, dan cita rasa yang berbeda. Anda bisa melihat semua distribusi Linux yang ada melalui situs http://www.distrowatch.com. Distro Linux juga bisa disebut sebagai sistem operasi atau operating system (OS) karena sudah memiliki perangkat lunak untuk melakukan operasi pada komputer.

Linux pada awalnya berkembang di lingkungan server, karena Linux sangat handal dalam hal kestabilan sistem. Namun, dengan semakin pesatnya dunia perangkat lunak terbuka, Linux kini juga merambah ke dunia desktop. Perkembangan sangat pesat ini tidak lepas dari peran para sukarelawan yang berjasa dalam menyumbangkan ide dan tenaganya untuk mengembangkan Linux.

Kelebihan dan kekurangan Linux.

Sebagai suatu sistem operasi, Linux secara umum memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan daripada sistem operasi lainnya. Berikut adalah kelebihan dari Linux:

  • Linux bisa didapatkan secara bebas tanpa perlu membayar lisensi. Anda juga bisa mengunduh kode sumber Linux jika ingin melihatnya tanpa ada batasan apapun.
  • Linux memiliki koleksi perangkat lunak tersendiri yang sangat lengkap untuk keperluan laptop, desktop, dan server. Jika perangkat lunak yang tersedia terasa kurang. Anda dapat menambahkannya dengan mudah melalui repository yang tersedia.
  • Linux sangat stabil karena jarang sekali crash maupun hang. Anda juga tidak perlu bahkan tidak pernah melakukan restart jika melakukan konfigurasi sistem.
  • Linux lebih aman terhadap virus, karena selain jumlah virus di Linux sangat sedikit. Linux juga sangat ketat dalam hal pengelolaan keamanan.
  • Perbaikan bug atau cacat yang terdapat di Linux sangat cepat, karena Linux dikembangkan secara komunitas dan setiap komunitas bisa memberikan masukan-masukan dan perbaikan untuk bug atau cacat tersebut.

Dan masih banyak lagi kelebihan Linux seperti kemampuan multitasking yang mumpuni, multiuser, bahkan bisa juga multiconsole. Namun, apapun yang memiliki kelebihan pasti memiliki kekurangan, karena pada hakikatnya apa yang diciptakan oleh manusia tidak akan pernah sempurna. Berikut ini adalah berbagai kekurangan dari Linux:

  • Linux kurang memiliki dukungan dari produsen perangkat keras dalam hal penyediaan perangkat lunak pengendali (driver). Hampir semua perangkat lunak pengendali yang saat ini ada di Linux merupakan hasil jerih payah komunitas, dan sebagian kecil murni dukungan dari produsen perangkat keras.
  • Linux masih kurang didukung oleh beberapa pembuat permainan. Kebanyakan pembuat permainan masih menggunakan sistem operasi Microsoft Windows sebagai platform mereka.

Dan berikut ini adalah beberapa distro Linux yang saya susun berdasarkan tujuan distro masing-masing. Semua distro Linux yang ada di bawah ini sebagian besar sudah saya uji coba dan beberapa masih saya pelajari. Berikut ini adalah daftarnya:

Distro Linux yang mengutamakan kemudahan penggunaan/user friendly:

  • Linux Ubuntu (http://www.ubuntu.com).

    Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai software bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti “Kemanusiaan kepada sesama”. Ubuntu didesain untuk kepentingan penggunaan personal, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas.

  • Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux untuk PC. Inti dari Linux Mint adalah Ubuntu, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada Linux Mint. Walaupun inti dari Linux Mint adalah Ubuntu, Linux Mint hadir dengan tampilan yang berbeda dengan Ubuntu.

  • BlankOn Linux merupakan salah satu distro Linux yang berisikan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan workstation. Dengan dipadukan oleh berbagai pernak-pernik khas Indonesia, distro ini sangat cocok digunakan untuk pengguna komputer di Indonesia.

    BlankOn Linux dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bersama Tim Pengembang BlankOn. Pengembangan BlankOn dilakukan secara terbuka dan gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut berkontribusi untuk mengembangkan BlankOn agar menjadi lebih baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa saja tanpa perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, anda bisa mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tanpa batas kepada siapa saja.

Distro Linux yang mengutamakan kehandalan dan kestabilan sistem:

  • Linux Debian (http://www.debian.org).

    Debian adalah distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya. Banyak distribusi Linux yang merupakan turunan dari Debian seperti Ubuntu dll.

  • Linux Slackware (http://www.slackware.com).

    Slackware merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip UNIX.

    Slackware juga merupakan distribusi yang pernah meraja di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library, atau aplikasinya) adalah yang paling teruji, mungkin agak tua tapi yang paling stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstal dari source sehingga setiap program yang kita instal teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau menggunakan Binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.

  • Fedora adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan Yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter Fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke 7. Fedora dikenal di dunia Linux sebagai sebuah distro yang menjadi pioneer dalam penggunaan teknologi terkini dan merupakan distro yang digunakan oleh Linus Torvalds.

Distro Linux yang mengutamakan penetration testing/network security/hacking:

  • Backtrack dibuat oleh Mati Aharoni yang merupakan konsultan sekuriti dari Israel, jadi merupakan kolaborasi komunitas. Backtrack sendiri merupakan merger dari Whax yang merupakan salah satu distro Linux yang digunakan untuk tes keamanan yang asal dari Whax sendiri adalah Knoppix. Ketika Knoppix mencapai versi 3.0 maka dinamakan dengan Whax. Whax dapat digunakan untuk melakukan tes sekuriti dari berbagai jaringan di mana saja. Max Mosser merupakan auditor Security Collection yang mengkhususkan dirinya untuk melakukan penetrasi keamanan di Linux. Gabungan dari Auditor dan Whax ini sendiri menghasilkan 300 tool yang digunakan untuk testing security jaringan. Auditor Security Collection juga terdapat pada Knoppix. Namun, sejak rilis ke 4 hingga rilis yang terbaru ini, Backtrack sudah tidak lagi menggunakan basis Knoppix. Backtrack kini menggunakan basis Ubuntu dan saat artikel ini ditulis Backtrack telah memasuki versi 5 R3 dengan kernel 3.2.6.

  • Linux Backbox (http://www.backbox.org).

    Backbox adalah distribusi Linux berbasis Ubuntu. Distro ini dikembangkan untuk melakukan penetration testing dan security assessments. Dirancang untuk kecepatan, mudah digunakan, dan menyediakan lingkungan desktop dengan tampilan minimalis. Berkat repository perangkat lunak sendiri, Backbox selalu diperbaharui ke versi stabil terbaru dari alat Ethical Hacking Tools yang paling banyak digunakan dan diketahui komunitas hacker.

  • Linux Blackbuntu (http://www.blackbuntu.com).

    Blackbuntu adalah distribusi Linux untuk pengujian penetrasi yang dirancang khusus untuk siswa pelatihan keamanan dan praktisi keamanan informasi. Saat ini Blackbuntu dibangun diatas Ubuntu 10.10 dengan lingkungan desktop GNOME. Blackbuntu juga mencakup desktop KDE dalam rilis final Blackbuntu Community Edition 0.3. Hal ini tidak termasuk dalam versi 0.1, 0.2, 0.3 beta saat ini.

Selain distro Linux yang sudah saya uji coba diatas, masih banyak lagi distro Linux yang memiliki tujuannya masing-masing. Seperti, CentOs, Mageia, OpenSUSE, Arch, Mandriva, Sabayon, dan masih banyak lagi.

Namun, permasalahan terbesar pengguna komputer saat ingin beralih ke Linux adalah lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Seperti fasilitas di sekolah, kampus, atau tempat kerja yang mengandalkan program yang berjalan diatas platform Windows. Sebenarnya hal ini sudah diatasi oleh Linux dengan menghadirkan program Wine yang bisa menjalankan file executable Windows, dan jika pengguna tidak ingin beralih sepenuhnya ke Linux bisa diatasi dengan cara membuat dual booting. Yaitu, dua sistem operasi dalam satu komputer.

Saya sendiri sebenarnya ingin beralih sepenuhnya ke Linux, namun karena masih ada beberapa tugas kampus yang membutuhkan platform Windows jadilah saya menggunakan dual booting. Di PC saya sendiri menggunakan Windows XP Professional dan Fedora 17, sedangkan Laptop saya menggunakan Windows 7 dan Backtrack 5 R3 GNOME.


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Supported By

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: