Beranda » Kewarganegaraan » Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Kalender

April 2012
M S S R K J S
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip Bulanan

Follow me on Twitter

Lagu Blog

Total Pengunjung

  • 163,886 Pengunjung

Keanggotaan Blog

Seperti kita ketahui, budaya masyarakat Indonesia dalam mencapai kata sepakat ditentukan melalui musyawarah dan konsensus dari masyarakat. Oleh karena itu, bentuk dari proses pemikiran dari suatu masyarakat terbuka menjadi suatu dasar kepribadian bangsa Indonesia sekaligus bagian dari konsep perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Sistem pemikiran terbuka ini yang disebut ideologi terbuka. Ideologi terbuka sangat bertolak belakang dengan ideologi tertutup.

Dalam ideologi tertutup cita-cita merupakan sekelompok orang saja, dipaksakan, bersifat totaliter, pluralisme pandangan dan kebudayaan serta hak asasi ditiadakan. Isi ideologi tertutup tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi juga tuntutan konkret dan operasional yang kurang mutlak.

Pancasila sebagai ideologi terbuka sama halnya dengan bangsa Indonesia yang senantiasa terbuka dalam setiap dimensi kehidupan. Menurut Dr. Alfian, kekuatan ideologi bergantung pada tiga dimensi yang dikandungnya, yaitu sebagai berikut.

  • Dimensi Realita

Perkembangan aspirasi dan pemikiran masyarakat Indonesia dalam mewujudkan cita-citanya untuk hidup berbangsa dan bernegara secara nyata dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya. Misalnya, munculnya ideologi Pancasila pertama kali hingga kini.

  • Dimensi Fleksibilitas

Pancasila memiliki keluwesan, baik untuk menjawab tantangan zaman di masa kini maupun menghadapi masa depan tanpa harus kehilangan kepribadian dan arah kehidupan.

  • Dimensi Idealisme

Keterbukaan untuk menerima kemajuan zaman yang lebih baik yang sesuai dengan nilai-nilai idealisme. Pancasila tumbuh seiring dengan gerak perkembangan bangsa melalui perwujudan dan pengamalan di kehidupan sehari-hari.

Dari uraian di atas ada beberapa ciri-ciri antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup, yakni.

Ideologi Terbuka

Ideologi Tertutup

  1. Nilai dan cita-cita sudah hidup dalam masyarakat.
  2. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
  3. Milik seluruh rakyat sekaligus menjiwai ke dalam kepribadian masyarakat.
  4. Isinya tidak operasional, kecuali diwujudkan dalam konstitusi.
  5. Dinamis dan reformis.
  1. Nilai dan cita-cita sekelompok orang yang mendasari niat dan tujuan kelompoknya.
  2. Harus ada yang dikorbankan demi ideologi sekelompok orang.
  3. Loyalitas ideologi yang kaku.
  4. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan mutlak.
  5. Ketaatan yang mutlak, bahkan kadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan.
About these ads

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Supported By

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: